Penggunaan beton pracetak pada struktur jembatan sering digunakan sebagai pelat lantai jembatan. Untuk dapat menahan beban yang ada di atasnya, maka pelat yang termasuk beton bertulang ini perlu direncanakan dengan baik. Apabila pelat beton bertulang tidak direncanakan dengan baik, maka dapat muncul permasalahan seperti lendutan yang besar dan menyebabkan retak. Retak yang terjadi pada pelat apabila dibiarkan dapat semakin melebar dan mengganggu kenyamanan saat berkendara. Selain itu, retak yang lebar pada pelat juga dapat mempercepat terjadinya korosi pada baja tulangan dan mengurangi estetika pelat. Untuk mencegah hal tersebut maka dibutuhkan penelitian mengenai lebar retak dan pola retak pelat beton bertulangan dengan variasi tebal pelat. Pada penelitian ini digunakan variasi tebal pelat beton bertulang 12,5 cm, 15 cm, 17,5 cm, dan 20 cm. Hasil eksperimen menunjukkan lebar retak pada pelat dengan tebal 12,5 cm, 15 cm, 17,5 cm, dan 20 cm masing-masing adalah 0,38 mm, 0,30 mm, 0,26 mm, dan 0,22 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tebal pelat maka lebar retak yang terjadi semakin kecil. Pola retak yang terjadi dari hasil eksperimen adalah saat pelat semakin tebal maka jumlah retak semakin sedikit dan jarak antar retaknya semakin panjang. Kata kunci: lebar retak, pola retak, tebal pelat beton, pelat beton bertulang
Copyrights © 2024