Yogyakarta diakui sebagai pusat budaya dan pendidikan, terkenal dengan keberagaman etnis dan budayanya yang kaya. Namun demikian, sama seperti banyak kota lain di seluruh Indonesia, Yogyakarta tidak kebal terhadap potensi tantangan konflik etnis yang timbul dari kesenjangan budaya, ekonomi, dan sosial yang mengakar. Pengabdian ini bertujuan untuk menyelidiki perspektif penduduk Yogyakarta mengenai konflik etnis dan menawarkan solusi memperkuat integrasi nasional. Melalui diskusi yang menarik dengan penduduk lokal dan ekspatriat, penelitian telah mengungkapkan bahwa masyarakat mengakui pentingnya pendidikan, toleransi, dan harmoni dalam mengurangi konflik. Selain itu, masyarakat menekankan peran penting media inklusif dan kebijakan pemerintah sebagai elemen penting dalam mempromosikan integrasi nasional. Berbagai inisiatif lokal, termasuk penyelenggaraan acara budaya dan dialog antar masyarakat, telah dilakukan untuk meningkatkan harmoni; namun, program yang lebih komprehensif dianggap perlu. Pengabdian ini diharapakn dapat menjadi masukan untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam memperkuat persatuan di tengah keragaman.
Copyrights © 2024