Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai

Studi Fenomenologi: Pengalaman Psikologis Pasien Diabetes Melitus dengan DFU (Diabetic Foot Ulcer) Pasca Amputasi

Harissya, Zulaika (Unknown)
Malini, Hema (Unknown)
Oktarina, Elvi (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2022

Abstract

Latar Belakang: Pasien DFU sering menghadapi masalah psikologis akibat kehilangan anggota tubuh pasca menjalani amputasi, pasien melaporkan merasa depresi, frustrasi, dan merasa tidak berdaya saat mereka berusaha untuk sembuh pasca amputasi yang berdampak pada kesejahteraan hidup pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang yang merupakan pasien DFU yang telah menjalani amputasi di 3 rumah sakit di Kota Padang yaitu RSUP M. Djamil Padang, RSI Ibnu Sina, dan RST Reksodiwiryo, dan salah satu Pusat Perawatan Luka dan Stoma Padang. Hasil: Hasil analisis data menghasilkan tiga tema, yaitu dampak emosional, gangguan citra tubuh dan harga diri rendah, dan adaptasi diri terhadap kehilangan. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa amputasi ekstremitas bawah memberikan dampak psikologis yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi setelah amputasi. Partisipan menggambarkan hal tersebut dengan mengungkapkan kesedihan, perasaan cemas, takut, marah, penyesalan, harga diri rendah, gangguan citra tubuh dan kaget dengan kondisi mereka pasca amputasi, sehingga berdampak pada penurunan kesejahteraan hidup partisipan. Abstract: Phenomenology Study: Psychological Experiences of DFU (Diabetic Foot Ulcer) Patients Following Amputation Background: DFU patients often face problems due to the loss of limbs after treatment, patients report experiencing depression, and feeling helpless when they try to recover after amputation which has an impact on the patient's well-being. Methods: This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The participants in this study were seven people who were DFU patients who had undergone amputation at 3 hospitals in the city of Padang, namely M. Djamil Hospital Padang, Ibnu Sina Hospital, and Reksodiwiryo RST, and one of the Padang Wound and Stoma Treatment Centers. Results: The results of data analysis produced three themes, namely emotional impact, impaired body image, low self-esteem, and self-defeat to loss. Conclusion: This study shows that lower extremity amputation has a psychological impact related to changes that occur after amputation. Participants described this by expressing anxiety, fear, anger, regret, body image disturbance, and surprise with their condition after living well-being so that it impacted their welfare.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JKM

Publisher

Subject

Environmental Science Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been ...