Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ritual Bebubus dalam budaya masyarakat Sasak di Lombok Timur sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional nonmedis yang masih bertahan di tengah modernisasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan etnografi, penelitian ini menggali makna simbolis, keunikan, serta relevansi ritual Bebubus di era modern. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi literatur. Temuan utama menunjukkan bahwa Bebubus tidak hanya berfungsi sebagai metode pengobatan alternatif, tetapi juga sebagai media pelestarian identitas budaya masyarakat Sasak. Meskipun terdapat adaptasi terhadap norma agama dan pengaruh modernisasi, esensi spiritual dan sosial dari ritual ini tetap dipertahankan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga tradisi Bebubus sebagai warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kesehatan.
Copyrights © 2024