Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendidikan dan layanan khusus bagi anak tunanetra di SLB Keleyan Bangkalan. Anak tunanetra adalah bagian dari anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengalami kehilangan fungsi visual. Mereka menjalani aktivitas sehari-hari dan berkomunikasi dengan lingkungan menggunakan indera non-visual seperti pendengaran, sentuhan, penciuman, dan perasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru-guru di SLB Keleyan Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan layanan khusus di SLB Keleyan Bangkalan berjalan dengan baik dan efektif dalam membantu siswa tunanetra mengembangkan kemampuan mereka. Sekolah menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa, menggunakan metode dan media pembelajaran seperti Braille, serta menyediakan berbagai alat bantu dan program ekstrakurikuler untuk mendukung perkembangan bakat dan keterampilan siswa. Guru memainkan peran penting dalam mengatasi kesulitan belajar siswa melalui pendekatan yang sabar dan telaten, sementara peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak tunanetra di rumah juga sangat penting.
Copyrights © 2024