Penelitian ini mengkaji pidato Presiden Trump pada Sidang Umum PBB ke-75, 22 September 2020 dengan menggunakan teori Linguistik Fungsional Sistematis (LFS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan modalitas dari pidato Trump pada sidang Majelis Umum PBB ke-75, 22 September 2020. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Halliday dan Matthiessen (2004). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penjelasan deskriptif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teks pidato Presiden Trump yang berjudul 'Remarks of President Trump To The 75th Session Of The United Nations General Assembly, September 22, 2020' menggunakan modalitas menengah ke atas, dengan modalitas akan, harus, mampu, ingin, dan bertekad. Hal ini dipengaruhi oleh fakta bahwa Presiden Trump sebagai presiden memperingati tujuh puluh lima tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II dan berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kita telah melancarkan pertempuran sengit melawan musuh yang tidak terlihat, yaitu virus Cina yang telah merenggut banyak nyawa di 188 negara. 22 September 2020
Copyrights © 2024