Penelitian ini mengevaluasi perubahan kinerja keuangan di industri batubara Indonesia dengan fokus pada merger dan akuisisi. Data diambil dari 20 perusahaan subsektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode Desember 2022 hingga Desember 2023. Metode cluster K-Means kuantitatif digunakan untuk mengelompokkan kinerja penjualan dan empat rasio keuangan utama: Debt to Equity (D/E), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil analisis menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yang signifikan untuk perusahaan-perusahaan seperti ABM Investama Tbk dan Bumi Resources Tbk, yang merupakan calon pengakuisisi utama. Sementara itu, tujuh perusahaan lainnya, termasuk Akbar Indo Makmur Stimec Tbk dan Atlas Resources Tbk, menunjukkan penurunan kinerja yang signifikan, sehingga menjadi kandidat yang layak untuk diakuisisi. Penelitian ini menyoroti pentingnya merger dan akuisisi sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di pasar batubara Indonesia.
Copyrights © 2024