Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong keterlibatan dalam prostitusi online, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan ekonomi dan gaya hidup mewah, serta menganalisisnya melalui perspektif feminisme radikal pada kasus istri yang dijual oleh suami. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan ekonomi yang mendesak, seperti kemiskinan dan tanggung jawab keluarga, merupakan faktor utama yang mendorong individu terlibat dalam prostitusi online. Selain itu, keinginan untuk mempertahankan atau meningkatkan gaya hidup mewah juga menjadi motivasi signifikan. Analisis feminisme radikal mengungkapkan bahwa prostitusi online merupakan bentuk eksploitasi dan penindasan patriarki, di mana perempuan dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi laki-laki. Kasus istri yang dijual oleh suami mencerminkan bentuk ekstrem dari kontrol patriarkal dan kekerasan berbasis gender. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan akses pendidikan dan pekerjaan layak bagi perempuan, penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku eksploitasi, serta penyediaan dukungan psikologis dan sosial bagi korban prostitusi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika prostitusi online dan eksploitasi gender serta menawarkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi masalah ini.
Copyrights © 2024