Mengajar secara kreatif dan mengajar untuk kreativitas adalah dua hal penting dalam mengimplementasikan konsep kreativitas mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah guru lebih cenderung mengajar secara kreatif atau mengajar untuk kreativitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Adapun subjek pada penelitian ini adalah guru Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar di lingkup organisasi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Malang dan tiga lembaga lainnya yaitu BA Brawijaya Yasri, RA Al Asfiya dan KB/BA Restu 2 Kota Malang. Dari 120 angket yang tersebar, terdapat 76 angket yang terisi dan dikembalikan kepada peneliti. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan statistik non parametris, Uji Wilcoxon. Temuan dalam penelitian menunjukan bahwa guru lebih cenderung mengajar secara kreatif dibanding mengajar untuk kreativitas. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi guru untuk meningkatkan keterampilan mengajar, khususnya dalam praktik mengajar untuk kreativitas.
Copyrights © 2023