Ibuprofen adalah obat golongan NSAID pertama kali, yang bersifat nonselektif dan memiliki mekanisme kerja obat dengan cara memblokir enzim siklooksigenase yang menghasilkan inflamator prostaglandin dibagian COX-1. Karakteristik ibuprofen sebagai bahan aktif farmasi termasuk kategori BCS kelas II (kelarutan rendah, permeabilitas tinggi). Kelarutan dan permeabilitas obat sangat penting dalam menentukan ketersediaan hayati dan kesetaraan hayati. Tujuan penulisan ini memberikan pandangan terkait teknik – teknik yang digunakan dalam peningkatan kelarutan obat, laju disolusi dan stabilitas khususnya ibuprofen. Artikel ini disusun dari sumber primer yang telah dipublikasi secara online melalui Science Direct dengan memasukkan kata kunci co-crystal ibuprofen, ibuprofen solid dispersion, co-amorphous Ibuprofen, ibuprofen nanoparticle. Dari review ini ditemukan terdapat teknik dalam peningkatan kelarutan obat, laju disolusi dan stabilitas yaitu ko-amorf, ko-kristal, dan nanopartikel. Keberhasilan dalam mengembangkan bahan aktif farmasi Ibuprofen dengan masalah kelarutan terhadap air rendah dari teknik yang digunakan, sehingga memperoleh hasil peningkatan laju disolusi pada bahan aktif farmasi Ibuprofen tersebut.
Copyrights © 2024