Penelitian ini bertujuan untuk memahami manajemen konflik dalam konteks layanan perpustakaan. Metode yang digunakan adalah penelitian Library Research yang termasuk dalam kategori kualitatif, memungkinkan pengumpulan data melalui penelusuran karya tulis yang relevan. Penelitian ini menerapkan teori Ross tentang manajemen konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan merupakan lingkungan kompleks yang melibatkan berbagai faktor potensial konflik, termasuk sumber daya manusia, tugas, pembuat keputusan, hak dan wewenang, serta komunikasi dalam pelayanan informasi. Contoh konflik yang dapat terjadi meliputi ketidakpuasan pemustaka, ketidaksesuaian antara koleksi fisik dan katalog online, hingga tindakan vandalisme atau pelanggaran di perpustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah manajemen konflik seperti problem solving, superordinate goals, dan third-party mediation, perpustakaan dapat mengurangi konflik dan mencegah dampak negatifnya. Dengan demikian, manajemen konflik memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di tengah kompleksitas yang terus berkembang.
Copyrights © 2023