Artikel ini menganalisis dampak dari penerapan paradigma pembangunan agribisnis yang berpusat pada orientasi pasar terhadap para petani. Paradigma ini menekankan pentingnya mengarahkan kegiatan pertanian dan agribisnis kepada permintaan pasar serta memberikan keunggulan kompetitif kepada petani. Penelitian ini dilakukan dengan metode SLR yaitu dengan mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan petani yang telah menerapkan paradigma pembangunan agribisnis berorientasi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma agribisnis yang berorientasi pasar memberikan dampak yang signifikan terhadap petani dalam berbagai aspek kegiatan pertanian mereka. Hal ini dapat meningkatkan peluang untuk memasuki segmen pasar yang lebih menguntungkan, dengan menyediakan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen serta menunjukkan perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan petani dalam menghadapi tuntutan pasar global yang semakin ketat. Namun, terdapat pula tantangan dan hambatan yang dihadapi petani dalam mengadopsi paradigma ini, seperti kurangnya akses ke modal dan teknologi yang diperlukan. Kesimpulannya, artikel ini menyajikan gambaran komprehensif mengenai pengaruh positif dan tantangan yang dihadapi petani dalam menerapkan paradigma pembangunan agribisnis berbasis orientasi pasar. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya dukungan kebijakan dan upaya bersama antara pemerintah, pelaku bisnis, dan lembaga terkait untuk memfasilitasi adopsi paradigma ini guna meningkatkan kesejahteraan petani serta daya saing agribisnis di pasar global.
Copyrights © 2024