Tidak sedikit berita miring mengenai al Zaytun di media sosial. Salah satunya ialah mengenai bercampurnya shaf shalat berjama’ah antara laki laki dan perempuan. Rasulullah Saw menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan shalat wajib yang lima waktu secara berjama’ah. Meluruskan dan merapatkan shaf begitu penting sehingga Rasulullah Saw tidak mau memulai shalat jama’ah sebelum para sahabat merapikan shaf dengan benar. Penelitian ini bertujuan membahas Kontroversi di pesantren al Zaytun mengenai bercampurnya shaf jama'ah antara pria dan wanita dalam perspektif hadis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui studi Pustaka. Yang mana penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk pengayaan khazanah pengetahuan Islam dan dapat membuat para masyarakat mengetahui bagaimana pandangan hadis mengenai mengenai tema terkait. Dalam hal ini penulis akan mencantumkan analisis mengenai kasus kontroversi serta bantahan pihak al Zaytun atas ajaran ajarannya yang menyimpang, dan penulis juga mencantumkan hadis hadis terkait fenomena tersebut.
Copyrights © 2024