Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik Eurasia menyebabkan terbentuknya potensi bahaya bencana gempa bumi. Hasil dari aktivitas vulkanik maupun tektonik menyumbang potensi bahaya gempa bumi. Anak-anak dapat menjadi korban gempa bumi, namun dapat diminimalisir dengan diberikannya pendidikan mitigasi bencana gempa. Mitigasi bencana gempa bumi menjadi salah satu upaya preventif, dilakukan untuk menjadikan anak lebih siap dalam menghadapi bencana gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kesiapan anak-anak TK dalam menghadapi bencana gempa. Kesiapan tersebut berdasarkan pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana gempa yang dilakukan di sekolah di lingkungan Gunung Merapi Yogyakarta dengan radius 10 kilometer dari puncak gunung. Metode penelitian ini menggunakan metode survei, dengan melibatkan sampel sebanyak 75 guru TK. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang disebar pada Semester Genap Tahun Ajaran 2022/2023. Angket diberikan kepada guru TK untuk mendapatkan data kuantitatif tentang pelaksanaan pembelajaran mitigasi bencana gempa. Hasil survei pembelajaran mitigasi bencana untuk anak belum dilakukan secara rutin, hanya 11% guru TK yang menjadwalkan pelaksanaan pembelajaran dengan topik gempa setiap bulannya, 7% guru TK yang menjadwalkan dilakukannya simulasi gempa bumi tiap bulannya, serta guru mengalami kesulitan dan kebingungan saat merancang serta pembelajaran mitigasi bencana gempa yang sesuai untuk anak TK. Pembelajaran mitigasi bencana perlu diberikan kepada anak usia TK yang tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi seperti Yogyakarta, dan perlu adanya inovasi pembelajaran mitigasi bencana gempa bumi agar guru tidak lagi mengalami kesulitan dan kebingungan saat merancang serta melakukan pembelajaran mitigasi bencana gempa yang sesuai untuk anak TK.
Copyrights © 2024