Potret keterkaitan kemampuan awal dan kemampuan berpikir kritis matematis pada level pendidikan tinggi menjadi satu hal penting untuk dikaji secara  komprehensif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru matematika IAIN Kediri ketika menyelesaikan Problem with Contradictory Information (PWCI) berdasarkan kemampuan prasyarat pada induksi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian merupakan mahasiswa semester 5 Tadris Matematika IAIN Kediri yang sedang menempuh mata kuliah Analisis Riil. Subjek dipilih berdasarkan kemampuan prasyarat tinggi, sedang, dan rendah pada materi induksi matematis. Instrumen berupa soal tes kemampuan prasyarat dalam Induksi Matematika, soal tes berpikir kritis bernuansa PWCI, dan pedoman wawancara.  Hasil penelitian  menunjukkan tahap klarifikasi dapat dipenuhi dengan baik oleh tiap subjek. Mereka mengajukan masalah dengan tepat, kemudian mengidentifikasi bentuk interpretasi lain masalah. Tahap penilaian dipenuhi dengan cara mengevaluasi dugaan awal berupa bentuk simbol matematis. Tahap inferensi terlaksana dengan membuat generalisasi yang tepat. Penegasan proses identifikasinya berupa pola barisan yang terbentuk, meskipun ada generalisasi yang tidak sesuai yang dilakukan subjek tinggi dan sedang. Tahap strategi dilakukan subjek tinggi dan sedang dengan mengambil tindakan berupa guess and check. Hal ini berakibat salah satu subjek mengenali kontradiksi, namun yang lain tidak. Pada subjek rendah tidak ada yang mengenali kontradiksi yang ada. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan infusi dalam suatu pembelajaran kooperatif yang secara eksplisit memunculkan prinsip-prinsip atau komponen berpikir kritis.
Copyrights © 2023