Jurnal Inovasi Pembangunan
Vol 7 No 3 (2019): December 2019

STRATEGI PEMASARAN PONDOK PESANTREN SYUBBANUL WATHON 2 BANDONGAN DALAM MENINGKATKAN JUMLAH SANTRI BARU TAHUN 2023/2024

Rahmawati, Novi (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2024

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan di bidang agama. Seiring waktu berjalan di era modern ini pondok pesantren banyak di minati oleh Masyarakat. Seperti pondok pesantren Syubbanul Wathon 2 Bandongan yang santri barunya setiap tahun mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran Pondok Pesantren Syubbanul Wathon 2 Bandongan dalam meningkatkan jumlah santri baru melalui penerapan bauran pemasaran (marketing mix). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren ini menerapkan kombinasi dari tujuh elemen bauran pemasaran, yaitu produk, harga, tempat, promosi, sumber daya manusia, proses, dan bukti fisik. Produk yang ditawarkan mencakup kurikulum yang holistik dan berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan akademik. Strategi biaya ditetapkan dengan mempertimbangkan ekonomi masyarakat sekitar sesuai dengan fasilitas yang diberikan selama proses pembelajaran dan pembayaran dengan mudah. Tempat atau lokasi pesantren yang strategis turut menjadi faktor penarik minat calon santri. Promosi dilakukan melalui berbagai saluran, baik online maupun offline, dengan memanfaatkan media sosial dan word of mouth. Faktor sumberdaya manusia, meliputi kualitas pengajar dan staf, serta proses penerimaan yang transparan dan efisien juga berkontribusi pada peningkatan jumlah santri baru. Selain itu, bukti fisik seperti fasilitas yang memadai dan lingkungan yang mendukung pembelajaran turut memperkuat daya tarik pesantren. Implementasi strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang efektif ini berhasil meningkatkan jumlah santri baru secara signifikan, menunjukkan bahwa kombinasi elemen-elemen tersebut dapat diaplikasikan secara optimal dalam konteks pendidikan keagamaan

Copyrights © 2019