Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini
Vol 1, No 3 (2016): Agustus

PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA DI PAUD NURUL HIDAYAH, DESA LAMPUUK, KABUPATEN ACEH BESAR

. Nurhabibah (Prodi PG-PAUD FKIP)
Anizar Ahmad (PAUD)
Erni Maidiyah (Paud)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2016

Abstract

Bermain dengan lingkungan sekitar (teman sebaya) dapat merangsang aspek-aspek perkembangan anak, khususnya perkembangan sosial emosional. Akan tetapi, sebagian orang tua berpendapat bahwa teman sebaya hanya dapat membawa pengaruh negatif terhadap anak, sehingga melarang anaknya untuk bermain bersama teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Nurul Hidayah, Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam orang anak berusia empat s/d enam tahun, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah guru di PAUD Nurul Hidayah, Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian diketahui bahwa perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya di PAUD Nurul Hidayah sudah baik. Adapun perkembangan sosial emosional anak melalui interaksi sosial dengan teman sebaya meliputi; 1) anak berbagi dengan teman sebaya, 2) menaati aturan yang berlaku dalam permainan, 3) anak bermain dengan teman sebaya, 4) menunjukkan sikap tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya setempat. Namun ada anak yang melakukan penyimpangan prilaku seperti memukul, mendorong, mengejek dan menendang. Akan tetapi penyimpangan prilaku yang di lakukan anak di PAUD Nurul Hidayah Desa Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar masih dapat didik ke arah yang lebih baik. Ketika anak melakukan penyimpangan prilaku terhadap teman sebayanya, guru selalu menasehati dan memberi arahan. Diharapkan kepada orang tua, agar tidak melarang anak bermain dengan teman sebaya, karena teman sebaya merupakan salah satu faktor perkembangan sosial emosional. Namun tetap dalam pengawasan orang tua atau guru.

Copyrights © 2016