Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengawasan pemerintah daerah dalam mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone. Fokus penelitian ini akan mengkaji konsep pengawasan yang dikemukakan oleh William H. Newman dalam (Handoko, 2016) yang terdiri dari Penetapan standar pelaksanaan, Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, dan Pengambilan Tindakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah daerah Kabupaten Bone perlu mengoptimalkan pengawasan pupuk bersubsidi dengan mengupayakan pemantauan dan pengawasan swadaya oleh masyarakat pengguna pupuk bersubsidi. Hasil (1) Standar pengawasan sudah efektif, tapi masih ada hambatan seperti ketepatan waktu dan harga jual yang berbeda dengan HET. (2) Pemantauan di distributor dan penyalur belum maksimal, menyebabkan penyimpangan. Pemantauan lebih fokus pada pelaporan, membuka peluang penyimpangan. (3) Tindakan yang diambil pemerintah daerah adalah mendorong petani untuk membeli pupuk non-subsidi demi keselamatan tanaman.
Copyrights © 2024