Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengawasan Pemerintah Daerah dalam Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bone Hidayat, Andi Rahmat Nizar; Yunus, Rabina; Rusli, A.M
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v5i2.234

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengawasan pemerintah daerah dalam mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone. Fokus penelitian ini akan mengkaji konsep pengawasan yang dikemukakan oleh William H. Newman dalam (Handoko, 2016) yang terdiri dari Penetapan standar pelaksanaan, Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, dan Pengambilan Tindakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah daerah Kabupaten Bone perlu mengoptimalkan pengawasan pupuk bersubsidi dengan mengupayakan pemantauan dan pengawasan swadaya oleh masyarakat pengguna pupuk bersubsidi. Hasil (1) Standar pengawasan sudah efektif, tapi masih ada hambatan seperti ketepatan waktu dan harga jual yang berbeda dengan HET. (2) Pemantauan di distributor dan penyalur belum maksimal, menyebabkan penyimpangan. Pemantauan lebih fokus pada pelaporan, membuka peluang penyimpangan. (3) Tindakan yang diambil pemerintah daerah adalah mendorong petani untuk membeli pupuk non-subsidi demi keselamatan tanaman.
Strengthening village governance: A qualitative study of transparency, accountability, and participation in village fund management in Tappale Village, Libureng Subdistrict, Bone Regency Hidayat, Andi Rahmat Nizar
Tamalanrea: Journal of Government and Development (JGD) Vol. 2 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Department of Government Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69816/jgd.v2i1.43956

Abstract

This research aims to analyze the implementation of transparency, accountability, and community participation in Village Fund management in Tappale Village, Libureng Subdistrict, Bone Regency. Employing an in-depth case study approach, this research explores the mechanisms, levels, and challenges in realizing good governance at the village level. Data were collected through semi-structured interviews with village government officials, members of the Village Consultative Body , community leaders, and general residents, as well as through observation and document analysis. The findings reveal that despite formal efforts to implement governance principles, the implementation still faces significant obstacles related to information accessibility, the effectiveness of accountability mechanisms, and the level of inclusive community participation. This study concludes that strengthening Village Fund governance requires an approach that goes beyond formal compliance, emphasizing community empowerment, capacity building of local actors, and the development of participatory and accountable mechanisms. These findings provide practical implications for village governments and recommendations for future research in the effort to achieve more effective Village Fund management and contribute to sustainable village development.
Pengembangan Model Blue Governance untuk Pemerintah Daerah Pesisir Indonesia dengan Pendekatan Literature Review Nugroho, Tri Cahyo; Andi, Andi Rahmat Nizar Hidayat
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/xf647q04

Abstract

Abstract : Artikel ini menyintesis literatur untuk merumuskan model blue governance yang operasional bagi pemerintah daerah pesisir Indonesia. Dengan tinjauan pustaka sistematis (scoping review) atas publikasi 2000–2025, penelusuran awal 1.250 temuan disaring menjadi 40 artikel yang relevan. Sintesis menunjukkan tiga pilar kunci tata kelola: (1) otonomi daerah untuk penyesuaian kebijakan dengan konteks lokal; (2) integrasi ekosistem guna menautkan pemanfaatan dan konservasi (termasuk blue carbon seperti mangrove dan seagrass); dan (3) partisipasi publik yang dioperasionalkan melalui Forum Musyawarah Pesisir serta pelembagaan kearifan lokal. Dibandingkan kerangka ICZM, MSP, dan EBM, model yang diusulkan lebih kontekstual pada desentralisasi Indonesia dan menempatkan partisipasi sebagai mekanisme legitimasi kebijakan. Implikasi praktis mencakup integrasi model ke RPJMD/RTRW, pembentukan Dewan Pesisir Daerah dan Satgas Blue Governance (kemitraan aparatur komunitas), optimalisasi dana desa untuk aksi biru, serta monitoring partisipatif berbasis komunitas dan perguruan tinggi. Rekomendasi menargetkan perbaikan koordinasi lintas-level, pengelolaan trade-off konservasi pembangunan, dan penguatan data. Keterbatasan utama terletak pada absennya validasi lapangan, sehingga studi mixed-methods pada lokasi percontohan disarankan. Secara keseluruhan, model ini menawarkan kerangka praktis untuk mewujudkan tata kelola pesisir yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan, sekaligus menopang pencapaian SDGs dan NDC Indonesia.   Kata Kunci: blue governance; otonomi daerah; partisipasi publik; integrasi  ekosistem; ekonomi biru; pesisir Indonesia.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI STATISTIKA SISWA SMP NEGERI 3 PANCA RIJANG Misbahuddin Misbahuddin; Hidayat, Andi Rahmat Nizar; Muh Syilfa Nooviar; Muhammad Hidayat. L; Faisal Ardiansyah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.8964

Abstract

Kemampuan literasi statistika merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi perkembangan informasi berbasis data. Namun, kenyataannya kemampuan literasi statistika siswa masih tergolong rendah, khususnya dalam membaca, menafsirkan, dan menarik kesimpulan dari data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi statistika dan motivasi belajar siswa melalui pendampingan pembelajaran statistika di SMP Negeri 3 Panca Rijang. Metode pengabdian yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu pra-pendampingan, pendampingan, dan pasca-pendampingan. Tahap pra-pendampingan dilakukan melalui observasi dan identifikasi permasalahan siswa, tahap pendampingan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran interaktif dan kontekstual, serta tahap pasca-pendampingan dilakukan melalui evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan menafsirkan data, serta peningkatan motivasi dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih percaya diri dan mampu menarik kesimpulan sederhana berdasarkan data yang disajikan. Dengan demikian, pendampingan pembelajaran statistika terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi statistika dan motivasi belajar siswa.
Digitalization Training for Karang Taruna to Enhance the Capacity for Information Management and Social Media of Youth Organizations in Barru Regency Nooviar, Muh. Syilfa; Ardiansyah, Faisal; M, Misbahuddin; Hidayat, Andi Rahmat Nizar; Muhammad, Hidayat
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 11 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18932909

Abstract

Youth organizations such as Karang Taruna play an important role in community empowerment, social development, and youth participation in local governance. However, many youth organizations still face challenges in utilizing digital technology to support organizational communication and information management. This community service program aims to improve the capacity of Karang Taruna members in Barru Regency in managing digital information and utilizing social media platforms for organizational communication. The program employed participatory training methods consisting of lectures, demonstrations, hands-on practice, and group discussions. Participants were introduced to digital communication strategies, social media content management, and online information dissemination techniques.The results show that participants experienced an improvement in their understanding of digital communication strategies and practical skills in managing social media platforms. Participants were able to create organizational content, publish activity reports, and develop communication strategies using social media platforms. The program also strengthened participants’ awareness of the importance of digital presence for youth organizations. Therefore, digitalization training can enhance the organizational capacity of youth groups in disseminating information, strengthening community engagement, and supporting social development initiatives.
Digitalization Training for Karang Taruna to Enhance the Capacity for Information Management and Social Media of Youth Organizations in Barru Regency Nooviar, Muh. Syilfa; Ardiansyah, Faisal; M, Misbahuddin; Hidayat, Andi Rahmat Nizar; Muhammad, Hidayat
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 11 (2026): February 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18932909

Abstract

Youth organizations such as Karang Taruna play an important role in community empowerment, social development, and youth participation in local governance. However, many youth organizations still face challenges in utilizing digital technology to support organizational communication and information management. This community service program aims to improve the capacity of Karang Taruna members in Barru Regency in managing digital information and utilizing social media platforms for organizational communication. The program employed participatory training methods consisting of lectures, demonstrations, hands-on practice, and group discussions. Participants were introduced to digital communication strategies, social media content management, and online information dissemination techniques.The results show that participants experienced an improvement in their understanding of digital communication strategies and practical skills in managing social media platforms. Participants were able to create organizational content, publish activity reports, and develop communication strategies using social media platforms. The program also strengthened participants’ awareness of the importance of digital presence for youth organizations. Therefore, digitalization training can enhance the organizational capacity of youth groups in disseminating information, strengthening community engagement, and supporting social development initiatives.
Disparitas Pembangunan Ekonomi Antar Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Hidayat, Andi Rahmat Nizar; Misbahuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5075

Abstract

Penelitian ini membahas disparitas pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang dianalisis melalui indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Perbedaan kapasitas ekonomi antar wilayah sering menimbulkan ketimpangan pembangunan yang dapat memengaruhi pemerataan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan PDRB kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan pada periode 2022–2024, mengidentifikasi perbedaan tingkat pembangunan ekonomi antar wilayah, serta menggambarkan kondisi disparitas pembangunan ekonomi daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PDRB kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan selama periode 2022–2024 yang menandakan perkembangan aktivitas ekonomi daerah. Kota Makassar tercatat sebagai wilayah dengan nilai PDRB terbesar karena berperan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan provinsi. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Sinjai memiliki nilai PDRB yang relatif lebih kecil karena struktur ekonomi yang masih didominasi sektor primer. Temuan ini menunjukkan adanya disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih merata untuk mendorong keseimbangan pertumbuhan ekonomi antar daerah.