Saat ini teknologi pakan ternak masih tergolong tradisional. Biasanya pemilik hewan peliharaan hanya memberikan makanan hewan peliharaannya langsung secara manual. Hal ini tentunya sangat menyulitkan bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi seperti mereka yang harus bekerja, kuliah, bersekolah atau bahkan mereka yang harus melakukan perjalanan dalam jangka waktu yang cukup lama. Belum lagi hewan bisa sakit dan berisiko menulari manusia. Pemberian makan kucing yang tidak efektif akan mempengaruhi pola makan hewan peliharaan . Pasalnya kebiasaan makan yang tidak menentu dapat menyebabkan masalah pencernaan pada kucing. Pola makan kucing inilah yang menjadi faktor utama yang membuat peneliti ingin memecahkan permasalahan yang muncul. Oleh karena itu, dengan memiliki alat makan kucing ini pasti akan memudahkan pemiliknya dalam merawat hewan peliharaannya. Penelitian ini menggunakan mikrokontroler dengan ESP32 sebagai sistem kendali untuk mengendalikan input dan output. Motor servo yang menggerakkan wadah utama akan membuka wadah utama, kemudian wadah tersebut akan jatuh ke dalam wadah timbang. Sensor load cell dapat menimbang makanan yang akan dituangkan ke dalam wadah, RFID tag berfungsi sebagai penghantar ketika kucing berada dekat dengan reader, sensor ultrasonik memberikan informasi jarak antara makanan dengan wadah pakan dan lampu LED menunjukkan apakah jumlah makanan yang disimpan di dispenser kosong atau tersisa. Ini merupakan alternatif solusi permasalahan yang memudahkan pemilik kucing dalam memberi makan kucing peliharaannya karena dispenser ini bekerja secara otomatis tanpa pengawasan dan dapat cek melalui bot di Telegram. Kinerja rancangan berhasil dipantau oleh bot Telegram dengan melacak dan menampilkan informasi terkait ketersediaan pangan dalam hal jarak (cm) dan volume makanan (gr).
Copyrights © 2023