Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Upacara Rambu Solo’ di tingkat masyarakat, mengetahui status sosial Upacara Rambu Solo’, dan mengetahui kandungan nilai religius dalam Upacara Rambu Solo’ di Kecamatan Dende Piongan Napo. Pada dasarnya jenis penelitian yang digunakan adalah deskripti. Informan dipilih melalui purposive sampling, yaitu penarikan informan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Informan berjumlah 6 orang, yaitu mereka yang dianggap benar-benar memahami dan mampu memberikan informasi yang benar terkait pertanyaan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa sudut pandang, masyarakat Toraja berpartisipasi dalam upacara Rambu Solo' sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang tuanya dan sebagai sarana untuk meningkatkan kedudukan sosialnya sekaligus menjaga harga diri. Pada akhirnya yang terjadi adalah pemborosan. Sedangkan status sosial seseorang dalam upacara Rambu Solo' terlihat dari jenis perayaannya, lamanya upacara, jumlah hewan yang disembelih, serta simbol-simbol yang digunakan dalam upacara tersebut yang dapat menunjukkan derajat kesucian dari orang yang meninggal.
Copyrights © 2024