Karya sastra yang berkembang di Nusantara salah satunya ialah pantun, tak terkecuali pada suatu tradisi perkawinan masyarakat Melayu yakni buka palang pintu. Hal menarik untuk diteliti tentang warisan nusantara yakni pantun, ialah sebab pantun memiliki bentuk yang unik serta indah, selanjutnya salah satu aspek yang menunjang keindahan suatu karya sastra tersebut ialah citraan. Dapat dikatakan bahwa pemanfaatan citraan untuk menimbulkan suasana yang khusus dalam pikiran dan penginderaan. Dengan demikian ide yang semula abstrak yang dipaparkan oleh penyair dapat ditangkap selah-olah dilihat, didengar, diraba, dirasa, dicium, atau dipikirkan oleh pembaca. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui citraan apa saja yang muncul pada pantun tradisi buka palang pintu. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Struktural dengan metode penelitian etnografi kualitatif. Hasil yang diperoleh, didapati terdapat enam citraan yang muncul dari total tujuh citraan yang dipaparkan.
Copyrights © 2024