Kebersihan kulit harus dijaga baik dari kotoran ataupun bakteri seperti Staphylococcus aureus. Salah satu cara menjaga kebersihan kulit yaitu dengan sabun batang khususnya sabun batang antibakteri yang mengandung triclosan (non-herbal) ataupun herbal yang mengandung bahan alami dari tumbuhan seperti daun sirih, serai, bunga melati dan buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri sabun batang non-herbal dan herbal dengan menghitung konsentrasi hambat minimal (KHM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar dengan cakram kertas. Sampel yang digunakan yaitu 4 sabun batang non-herbal yang mengandung triclosan serta 4 sabun batang herbal yang mengandung ekstrak daun sirih, sereh, bunga melati dan buah papaya. Konsentrasi sampel yang digunakan 1,25%, 0,625%, 0,312%, 0,156% dan 0,078% (b/v) dengan antibiotik klindamisin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel memiliki aktivitas antibakteri. Nilai KHM sabun batang herbal dan non-herbal yaitu pada konsentrasi 0,078% dengan diameter zona hambat 0,163 + 0,012 sampai 0,363 + 0,045 dan 0,323 + 0,012 sampai 0,510 + 0,057 secara berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun batang non-herbal dengan kandungan triclosan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan sabun batang herbal karena memiliki diameter zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan sabun batang herbal.
Copyrights © 2023