Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluation of the Use Off Label Drugs At the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Bandung Private General Hospital Rahayu, Susi Afrianti; Santika, Nita
International Journal of Global Operations Research Vol. 5 No. 1 (2024): International Journal of Global Operations Research (IJGOR), February 2024
Publisher : iora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47194/ijgor.v5i1.290

Abstract

Off label drugs are drugs outside the indications listed on the label or outside the approval by the authorized institution. This research is a non-experimental type of research that is presented in a quantitative descriptive manner with retrospective data collection. The research sample is the same as the population (total sampling), namely all prescriptions containing off label drugs from an obstetrics and gynecology polyclinic at a private public hospital in Bandung district from May to August 2021. The purpose of the study was to evaluate the use of off label drugs in the indication category based on age, domicile, the type and use of off label drugs. The data obtained from this study were 154 drug users. off label, based on the age range of adolescents 27 (18%), adults 111 (72%), middle 16 (10%), while based on domicile most of the patients came from Baleendah sub-district 37 (24%). The types of drugs used were Mefenamic Acid 38%, Dexamethasone 3%, Metformin 12%, Misoprostol 23%, Nifedipine 8% and Ondansetron 16%. Patients using off label drugs are more common in adults with the drug used is mefenamic acid.
Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Batang Herbal dan Non Herbal Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213 rahayu, susi afrianti; Zahra, Fabbiana; Akmal, Tubagus
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.50663

Abstract

Kebersihan kulit harus dijaga baik dari kotoran ataupun bakteri seperti Staphylococcus aureus. Salah satu cara menjaga kebersihan kulit yaitu dengan sabun batang khususnya sabun batang antibakteri yang mengandung triclosan (non-herbal) ataupun herbal yang mengandung bahan alami dari tumbuhan seperti daun sirih, serai, bunga melati dan buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri sabun batang non-herbal dan herbal dengan menghitung konsentrasi hambat minimal (KHM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar dengan cakram kertas. Sampel yang digunakan yaitu 4 sabun batang non-herbal yang mengandung triclosan serta 4 sabun batang herbal yang mengandung ekstrak daun sirih, sereh, bunga melati dan buah papaya. Konsentrasi sampel yang digunakan 1,25%, 0,625%, 0,312%, 0,156% dan 0,078% (b/v) dengan antibiotik klindamisin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel memiliki aktivitas antibakteri. Nilai KHM sabun batang herbal dan non-herbal yaitu pada konsentrasi 0,078% dengan diameter zona hambat 0,163 + 0,012 sampai 0,363 + 0,045 dan 0,323 + 0,012 sampai 0,510 + 0,057 secara berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun batang non-herbal dengan kandungan triclosan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan sabun batang herbal karena memiliki diameter zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan sabun batang herbal.
Profil Pengobatan Pasien Stroke Hemoragik di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Rahayu, Susi Afrianti; Wahyuni, Siti
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.59603

Abstract

Stroke hemoragik merupakan stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darahotak sehingga terjadi penurunan fungsi otak disertai dengan defisit neurologis.American Heartt Association (AHA) menyebutkan bahwa stroke hemoragik merupakanjenis stroke yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan otak yangparah dan bahkan kematian. Pemilihan dan penggunaan obat harus secararasional,sehingga pengobatan dapat mencapai terapi yang maksimal dengan efek yangsamping minimal.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik,kriteriakerasionalan penggunaan obat dan terapi pengobatan yang sering diberikan padapasien stroke hemoragik di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong.Penelitianini menggunakan metode jenis penelitian non eksperimental bersifat deskriptif kuantitatifserta pengambilan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 94pasien.Karakteristik pasien stroke hemoragik terbanyak di ruang ICU Rumah SakitUmum Daerah Cibinong sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 57 pasien sebesar60,6% , untuk rentang usia pasien diagnosis stroke hemoragik terbesar pada usia 55-64tahun sebanyak 43 pasien sebesar 45,7%, lama perawatan dengan prevalensi palingbanyak 6-10 hari sebanyak 75 pasien sebesar 79,5% dan untuk alamat pasien dominandi daerah Cibinong sebanyak 60 pasien sebesar 63,8%. Penggunaan obat yangdiberikan sesuai dengan kriteria kerasionalan sebanyak 69 pasien sebesar 73,4%.Terapi pengobatan palingsering diberikan pada pasien stroke hemoragik di ruang ICURumah Sakit Umum Daerah Cibinong adalah manitol inf, kalnex inj,vit k inj, citicoline inj,phenytoin inj, amlodipine tab, candesartan tab,depakote tab dan glauseta tab sebanyak34 pasien sebesar 36,17%.
Analisis Mikrobiologi Air Perusahaan Daerah Air Minum Di beberapa Wilayah Bandung Raya Rahayu, Susi Afrianti; Ihsan, Hafidh Misbahul; Jamili, Jamili
Majalah Farmasetika Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i4.65485

Abstract

Air salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, PDAM adalah salah satu perusahaan yang mengolah air baku menjadi air bersih serta mendistribusikan air bersih ke masyarakat wilayah sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. PDAM harus selalu menjaga kualitas air yang disalurkan ke masyarakat, sehingga mutu air harus selalu terjaga. Salah satu syarat air bersih adalah tidak mengandung mikroba coliform. Bakteri dapat menunjukkan apakah sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak, karena densitas bakteri tersebut sebanding dengan tingkat pencemaran air, yang berarti kualitas air lebih baik ketika ada kandungan coliform lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroorganisme dan menganalisis parameter kualitas mikrobiologis di dalam air PDAM yang mengalir ke wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi. Metode tersebut menggunakan angka lempeng total (ALT), metode EMBA (Eosin Methylene Blue Agar), pewarnaan gram, uji indol, metil merah, Voges Proskauer, Sitrat dan Fermentasi Gula. Berdasarkan hasil perhitungan angka lempeng total (ALT) pada sampel air PDAM wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi menujukkan nilai ALT yang masih dibawah ambang batas standar mikrobiologi yaitu 1,0 x 105 koloni/ml, sehingga dapat dikategorikan Memenuhi Syarat (MS). Namun, identifikasi menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli pada beberapa sampel, yang berarti tidak memenuhi syarat air minum berdasarkan SNI dan Permenkes No. 2 Tahun 2023, karena melebihi batas maksimum yang ditetapkan (0 koloni/100 ml). Temuan ini mengindikasikan potensi risiko kesehatan dan perlunya pemantauan rutin kualitas mikrobiologis air PDAM.
Uji Aktivitas Antibakteri Berbagai Merek Tisu Basah yang Beredar Sekitar Wilayah Sumedang terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 29213 Rahayu, Susi Afrianti; Nurwenda, Via
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i1.6

Abstract

Tisu basah merupakan salah satu produk yang digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air karena tisu basah dirasa lebih praktis untuk dibawa bepergian. Selain itu tisu basah juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada tangan, salah satu bakteri yang sering ditemukan pada tangan adalah Staphylococcus aureus. Dalam tisu basah terdapat kandungan zat- zat antibakteri seperti alkohol, fenoksietanol, dan tea tree oil yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa ada aktivitas antibakteri pada larutan cairan tisu basah terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Produk tisu basah yang diteliti pada penelitian ini adalah 6 merek tisu basah. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode cakram kertas yang digunakan untuk mengetahui aktivitas larutan cairan tisu basah sebagai antibakteri dengan 5 konsenterasi yaitu 3,75%, 1,87%, 0,93%, 0,46%, dan 0,23% dengan larutan alkohol 70% sebagai kontrol positif. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larutan cairan tisu basah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada penelitian ini tisu basah yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus terdapat pada merek tisu D dan F pada konsenterasi hambat minimum (KHM) 0,23% dengan diameter zona hambat 0,48 mm