Artikel ini membahas peningkatan ekonomi keluarga melalui pengembangan produk lokal, khususnya kerupuk dapros. Desa Sukabares di wilayah Ciomas, Kabupaten Serang, merupakan daerah penghasil kerupuk dapros yang sudah berjalan secara turun-temurun, namun masih kurang dikenal luas. Kerupuk dapros biasanya berbentuk bunga mekar, merupakan salah satu makanan yang berbahan dasar beras yang kemudian diolah menjadi tepung. Tepung beras tersebut kemudian dicampur dengan tepung tapioka dengan tambahan bumbu dapur, terasi, dan bumbu penyedap sehingga menciptakan rasa yang gurih. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini melibatkan pertemuan dan pelatihan keterampilan membuat kerupuk dapros bagi ibu rumah tangga dan remaja putri di Desa Sukabares. Selain pelatihan membuat produk, mereka juga diberikan pengetahuan tentang pengemasan produk yang lebih baik dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produksi kerupuk dapros memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat setempat, terutama dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan melibatkan banyak orang dalam proses produksi. Dengan demikian, kerupuk dapros dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga serta pemberdayaan komunitas lokal.
Copyrights © 2024