Pasien Penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis menghadapi kesulitan yang sangat komplek dalan adaptasi terhadap penatalaksanan masalah kesehatan yang sering kali sulit dipatuhi oleh pasien Pasien harus berpartisipasi dalam proses pengobatan sehingga mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satu metode efektif yaitu peningkatan manajemen diri, dan efikasi diri. Tujuan : Mengindentifikasi hubungan Efikasi diri dan Manajemen diri Pasien Penyakit Ginjal Kronik On Hemodialisis. Desain penelitian ini analisis deskriptif. Sampel penelitian ini adalah Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RS Palembang Sumatera Selatan, yang ditentukan melalui tehnik purposive sampling,berjumlah 63 orang. Instrumen penelitian terdiri dari Hemodialysis self management Instrument dan kuesioner Chronic Kidney Disease Self Efficacy Instrument (PGK-SE), analisis data menggunakan uji Regresi linear sederhana korelasi pearson. Hasil karakteristik responden menunjukkan mayoritas responden lansia awal (46%) ,berjenis kelamin laki laki (58,8%), berstatus menikah (96,8%), dan berpendidikan SMA (52,4%), sebagian besar tidak bekerja (57,1%), lama hemodialisa >12 bulan (77,8%), dan penyakit penyerta Hipertensi (68,3%). Hubungan self efficacy dengan manajemen diri menunjukkan hubungan yang kuat (r=0,545). Nilai koefesien dengan determinasi 0,297, dan hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan self management (P value=0,001). Peneliti menyimpulkan bahwa semakin tinggi efikasi diri pada pasien dengan hemodialis maka akan semakin baik perilaku manajemen diri pasien PGK dengan hemodiliasis.
Copyrights © 2023