Ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) dengan menggunakan pelarut akuades memiliki aktivitas antijamur. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan ekstak daun ketapang pada media Potato Sucrose Agar (PSA) untuk praktikum Mikrobiologi Pangan dan Pengolahan pada uji jamur perusak pangan. Jamur Rhizopus sp. diinokulasikan pada media PSA yang mengandung ekstrak daun ketapang muda dan tua (konsentrasi 10% dan 20%). Jamur kemudian diinkubasikan pada suhu ruang selama 4 hari dan tiap hari diukur diameter pertumbuhannya untuk menentukan daya hambat ekstrak. Media DRBC digunakan sebagai media pembanding pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hambat tertinggi diperoleh pada ekstrak daun ketapang daun muda 20% (sebesar 42,27+1,03%) kemudian diikuti oleh daun tua 20% (sebesar 40,91+0,75%). Semakin rendah konsentrasi ekstrak daun ketapang akan semakin rendah daya hambatnya, yaitu daun muda 10% menghamabt 33,18+0,89%, sementara daun tua 10% menghambat 30,23+0,75%. Daya hambat ekstrak daun ketapang ini mengalami penurunan sebesar 17% setelah dilakukan sterilisasi panas. Aplikasi uji jamur perusak pangan menggunakan sampel jagung diperoleh hasil cemaran biji dan genus jamur yang yang tumbuh pada media PSA sama dengan jamur yang tumbuh pada media DRBC. Oleh karena itu penambahan ekstrak daun ketapang sebanyak 20% pada media PSA dapat digunakan sebagai pengganti media DRBC pada uji jamur perusak pangan
Copyrights © 2024