Pertumbuhan penduduk Surabaya dan tingkat pere-konomiannya yang semakin meningkat menjadikan lahan seba-gai salah satu bidang investasi yang paling menjanjikan. Namun hal tersebut tidak seiring dengan ketersediaan lahan yang sema-kin terbatas. Potensi pengembangan lahan yang tidak terman-faatkan atau lahan kosong di Surabaya seiring berjalannya waktu terus berkembang. Salah satu lahan kosong di Surabaya seluas 5.785 m2 yang terletak di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya merupakan lahan da-lam keadaan kosong tanpa ada satu pun aktivitas di atasnya, meskipun letak lahan tersebut berdekatan pada kawasan komersial yang cocok untuk dikembangkan menjadi properti komersial seperti apartemen, hotel, perkantoran, dan peru-mahan. Untuk mengetahui penggunaan tertinggi dan terbaik pada lahan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno Surabaya dilakukan dengan metode Highest and Best Use (HBU). Highest and Best Use (HBU) merupakan analisis terhadap kegunaan terbaik dan tertinggi dari suatu bidang tanah kosong, tanah yang dianggap kosong maupun properti yang sedang dalam tahap pengem-bangan. HBU ini meliputi empat kriteria, yaitu aspek legal, aspek fisik, aspek finansial, dan aspek produktivitas maksimum (maximally productive). Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga alternatif properti untuk pengembangan lahan, yaitu hotel, ruko, dan perkantoran. Dari ketiga alternatif properti tersebut, dapat disimpulkan bahwa alternatif properti yang dapat memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik dari nilai lahan awal adalah alternatif properti perkantoran yang memiliki nilai lahan sebesar Rp73.423.610,00/m2 dengan persentase kenaikan nilai lahan tertinggi, yaitu sebesar 357%.
Copyrights © 2024