Latar belakang: Pada jaman modern sekarang ini, banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya. Cara yang dimaksud adalah pengobatan medis dan non medis yang biasa disebut pengobatan allternatif. Keduanya mempunyai metode berbeda dalam menangani pasien. Pengobatan medis berdasarkan sains dan penelitian ilmiah, sedangkan pengobatan non medis berdasarkan pada pengalaman, bahkan kadang didapat dari turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman masyarakat dalam memilih pelayanan medis setelah berobat di Sangkal Putung.Metode: Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Mengumpulkan data menggunakan wawancara dengan 5 partisipan yang dipilih secara technical purpose-driven sampling berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian: Penelitian ini menemukan 4 (empat) tema utama yaitu (1) sikap masyarakat, (2) faktor ekonomi, (3) stigma rumah sakit, dan (4) faktor pendorong yang menjadi penyebab masyarakat akhirnya beralih ke pengobatan medis dimana sebelumnya sudah melakukan pengobatan di sangkal putung. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa meskipun kolaborasi antara pengobatan medis dengan pengobatan sangkal putung sangatlah mungkin terjadi, tetapi tidak semua kasus cedera tulang bisa diselesaikan dengan pengobatan di sangkal putung karena harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Keputusan untuk memilih jenis pengobatan yang tepat harus tetap dihormati karena kedua pengobatan tersebut sama-sama memiliki tujuan penting yang ingin dicapai yakni kesembuhan masyarakat.
Copyrights © 2023