Self-compassion di era digital menjadi penting untuk dipelajari karena dapat membantu individu menghadapi permasalahan dan perubahan dalam diri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mengenai tingkat self-compassion pada individu dalam era digital, dengan fokus pada dimensi gender, penggunaan media sosial, dan akses internet. Era digital telah memberikan dampak besar dalam cara individu berinteraksi dengan teknologi, khususnya media sosial dan internet, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan sampel sebanyak 240 siswa yang diambil secara acak melalui metode random sampling menggunakan bantuan Google Form. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self-compassion, yang digunakan untuk mengukur sejauh mana partisipan dapat menunjukkan sikap belas kasih, pengertian, dan dukungan terhadap diri sendiri saat menghadapi kesulitan atau kegagalan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif untuk menyajikan gambaran tingkat self-compassion pada sampel penelitian. dan rasch racking untuk memperdalam pemahaman tentang sebaran data gender, media sosial, dan akses internet. Hasil penelitian ini menemukan tingkat selfcompassion siswa berada pada kategori sedang dengan nilai persentase sebesar 46,3%. Temuan lainnya menunjukkan bahwa siswa yang tinggi self-compassion cenderung menghabiskan waktu di internet dalam kisaran 6 hingga 10 jam mungkin memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam interaksi sosial yang lebih mendalam atau memperoleh dukungan emosional dari lingkungan online mereka.
Copyrights © 2024