Dengan berbicara, manusia dapat menyampaikan informasi kepada lawan bicaranya dengan lebih efektif dibanding berkomunikasi melalui tulisan. Namun, tidak dapat dipungkiri gangguan dalam berbahasa juga dapat terjadi pada manusia. Salah satu bentuk gangguan berbicara adalah cadel, yaitu kesulitan untuk melafalkan fonem-fonem seperti /r/, /f/, dan lain sebagainya . Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan bunyi dan makna denotasi dari gangguan berbicara cadel yang diderita oleh content creator Tiktok, Denise Chariesta dengan menggunakan teori Fonologi dan Semantik sebagai teori dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan hasil penelitian yang diuraikan secara deskriptif. Data yang digunakan adalah tuturan Denise Chariesta yang bersumber dari video Tiktok Denise Chariesta selama dua bulan terakhir. Penderita cadel dilihat dari perspektif psikolinguistik dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor keturunan. Faktor ini melatarbelakangi Denise sebagai penderita cadel. Hal ini mengakibatkan Denise menjadi kesulitan melafalkan fonem (R) dan (L).
Copyrights © 2024