Komunikator kesehatan merupakan proses kegiatan mendengar dan bekerja secara bergantian, menggunakan wakil-wakil audiens secara terus menerus melalui fase penilaian dengan tujuan merencanakan stategi yang sesuai dengan kebutuhan. Kombinasi tindakanini menjadikan strategi komunikasi memberikan respon. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Djafar Harun Kolaka Utara Kabupaten Kolaka Utara. Informan yang dijadikan sumber informasi diharapkan dapat memberikan informasi sehubungan dengan masalah penelitian. Informan sebanyak 10 orang. Informan ditentukan menggunakan teknik accidental sampling (sampling kebetulan) yakni memilih siapa saja informan yang kebetulan dijumpai untuk ditanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak komunikasi kesehatan dalam pelayanan pendaftaran pasien, pemeriksaan pasien, dan pemberian obat terhadap penilaian pasien bagaimana proses komunikasi berlangsung. Pada saat pendaftaran pasien dan pemberian obat komunikasi antara petugas kesehatan dan pasien tidak berjalan efektif. Proses pendaftaran pasien yang dilakukan pihak Rumah Sakit sudah sesuai prosedur pelaksanaan di Rumah Sakit. Pada saat pemeriksaan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan cukup baik, komunikasi berjalan efektif antara dokter dan pasien. Pasien menceritakan keluhan penyakit yang dialaminya dan dokter merespon dengan baik.
Copyrights © 2024