Pesatnya perkembangan era digitalisasi ditandai dengan berkembangnya platform-platform hiburan salah satunya adalah TikTok. Namun tidak semu kontens pempertahtikan dan mempertimbangkan nilai edukasi bagi pendengarnya. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk memahami kompleksitas penggunaan bahasa tabu di TikTok dengan fokus pada akun Rafly. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode observasi non-partisipatif dan dokumentasi video TikTok sebagai pengambilan data, sementara metode analisis menggunakan pendekatan deskriptif dengan memfokuskan pada bebtuk bahasa tabu. Hasil analisis dalam penelitian ini yaitu bahasa tabu yang digunakan oleh akun Rafly yaitu ditemukan sebanyak lima belas data dan berasal dari bahasa Jawa, sementara tujuan penggunaan bahasa tabu tersebut yaitu untuk mengritik orang lain sebanyak dua data, merendahkan orang lain sebanyak tujuh data, mengambarkan keadaan sebanyak dua data, dan ungkapan kekesalan sebanyak tiga data. Sementara itu pengaruh terhadap norma sosial yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa tabu yaitu Normalisasi bahasa tabu, penguatan identitas sosial dan kelompok, pengurangan sensitivitas terhadap etika berbahasa, provokasi dan pembentukan opini, konflik nilai dan penilaian moral.
Copyrights © 2024