Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang kurang maksimal, yang hanya menekankan kepada kemampuan peserta didik untuk menghafal yang sifatnya kognisi. Peserta didik dipaksa untuk mampu mengingat berbagai teori dan konsep, tanpa diutamakan untuk memahami teori dan konsep yang diingatnya itu untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik kurang dilatih untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, sehingga setelah mereka lulus, hanya pintar secara teoritis tetapi miskin aplikasi. Mengingat fungsi media pembelajaran cukup besar dalam proses pembelajaran, maka upaya yang dapat dilakukan yaitu mencoba mencari alternatif penggunaan media pembelajaran yang tepat. Dalam pelaksanaan penelitian dipilih dua media pembelajaran yaitu “media peta tematik†dan “media CD interaktifâ€, yang secara teoritis diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari kedua media pembelajaran yaitu “media peta tematikâ€dan “media CD interaktifâ€. Penelitian dilakukan kepada peserta didik kelas VII dengan sampel penelitian masing-masing 39 orang dari “kelas eksperimen-1†dan “kelas eksperimen-2â€. “Kelas eksperimen-1†diberi perlakuan melalui proses pembelajaran dengan mengunakan “media peta tematikâ€, sedangkan “kelas eksperimen-2†proses pembelajarannya menggunakan “media CD interaktifâ€. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “kelas eksperimen-1†yang proses pembelajarannya menggunakan “media peta tematik†mengalami peningkatan sebesar 28,62 %, dan “kelas eksperimen-2†yang proses pembelajarannya menggunakan “media CD interaktif meningkat 22,67 %. Hal ini berarti terdapat perbedaan 5,95%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan “media peta tematik†relatif lebih baik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik dibanding dengan penggunaan “media CD interaktif†walaupun perbedaannya hanya 5,95. Kata kunci: media peta tematik, keterampilan berpikir kritis.
Copyrights © 2013