Jembatan Lengkung Pekalongan merupakan salah satu bangunan peninggalan era kolonial Belanda di Indonesia yang berfungsi sebagai saluran irigasi yang menghubungkan sungai antar desa. namun belum ditemukan penelitian yang mengkaji jembatan yang penuh sejarah dan budaya ini. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika yang terdapat pada Jembatan Lengkung Pekalongan yang terletak di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan eksplorasi lapangan, wawancara, mengambil dokumentasi, melakukan riset studi literatur atau studi kepustakaan dari Arsip Nasional dan Observasi di sekitar jembatan lengkung Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep etnomatematika pada Jembatan Lengkung Pekalongan, yakni terkait konsep kekongruenan, luas permukaan, volume, garis dan pola sudut yang ditemukan pada struktur jembatan. Dari penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan etnomatematika sebagai materi maupun bahan ajar yang memanfaatkan Jembatan Lengkung Pekalongan sebagai konteks nyata untuk mengajarkan konsep matematika seperti kekongruenan, luas permukaan, volume bangun ruang, garis, dan sudut.
Copyrights © 2023