Game online telah menjadi fenomena yang populer di kalangan anak-anak dan dan remaja di era digital. Namun, bermain game online secara berlebihan dan tak terkendali dapat membahayakan kesehatan mental, fisik, dan akademis siswa. Untuk itu sangat diperlukan upaya pencegahan dampak buruk game online tersebut dengan cara berkomunikasi efektif baik dilakukan dengan verbal atau non verbal. Karena dengan komunikasi efektif tersebut dapat menyosialisasikan berbagai hal terutama berkaitan dengan game online beserta dampaknya. Maka penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana implementasi prinsip komunikasi efektif dalam interaksi antara guru dan murid dapat membantu mencegah dampak negatif dari game online. Teori yang digunakan adalah prinsip teoritis REACH, dan teori rhetorical sensitivity. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi komunikasi efektif yang dilakukan menggunakan 5 prinsip yaitu Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble, dengan dilandasi faktor utama yang dilakukan komunikator dari pihak wali kelas 5 SD 09 Jakarta yaitu guru harus bisa mendengarkan, berdialog dan juga melatih kesadaran emosional siswa dengan selalu membangun keterbukaan komunikasi terjalin dengan baik. Para guru/ walikelas memiliki kepekaan retoris dalam menhadapi siswa dan peran guru/walikelas adalah sebagai penyampai informasi, fasilitator interaksi sosial, membangun keterbukaan dan berperan membangun komitmen dan integritas dalam upaya menjalin komunikasi efektif agar dapat mencegah dampak buruk game online.
Copyrights © 2024