Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Dynamics of Communal Participatory Communication in the Anticipation of COVID-19 Pandemic on WhatsApp Group Media Dwi Kartikawati
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13 No 1 (2021): Ultimacomm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v13i1.1941

Abstract

Abstrak Riset ini memfokuskan pada bagaimana dinamika komunikasi partisipasi para warga melalui media WhatsApp grup di tingkat RT (Rukun Tetangga) di salah satu wilayah di Pasar Minggu Jakarta dalam antisipasi bahaya penyebaran virus Covid-19 yang semakin meluas. Perjuangan melawan pandemi ini bukan hanya milik pemerintah semata, melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat Indonesia. Untuk mengantisipasi bahaya penularan virus Covid-19 ini, peran pengurus Rukun Tetangga (RT) sebagai agen dari upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 menjadi penting. Komunikasi partisipasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan. Dengan memanfaatka media WhatsApp memungkinkan terciptakan ruang publik virtual, sehingga terjalin komunikasi partisipatif yang bermanfaat. Kerangka teori yang digunakan adalah komunikasi partisipasi, konsep dinamika, media komunikasi WhatsApp dan public sphere virtual. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika komunikasi partisipasi warga yang dilakukan melalui grup WhatsAppp dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19, mendasarkan pada 4 (empat) unsur yaitu unsur heteroglasia, unsur dialogis, unsur poliponi dan unsur karnaval. Tipologi pola partisipasi dalam komunikasi warga melalui WhatsApp ada pada pola Co-management dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara bersama-sama dalam pengelolaan pencegahan virus covid19. Dinamika komunikasi partisipasi ini memiliki satu tujuan bersama yaitu melakukan pembangunan kesehatan di wilayah rukun tetangga. Sehingga menjadikan warga dapat terus mematuhi protokol kesehatan dan keamanan keluarga dan warga. Karena bagaimanapun virus Covid19 bukan hanya persoalan bahaya virus, tapi juga berpengaruh pada situasi sosial yang lebih kompleks, yaitu ketahanan ekonomi warga. Kata Kunci: Komunikasi Partisipasi, Media Sosial, Media WhatsApp
URGENSITAS PELATIHAN ETIKA KOMUNIKASI PADA REMAJA DI RPTRA MALINJO JAKARTA Dwi Kartikawati
SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): SEPAKAT JUNI 2023
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/sepakat.v3i1.140

Abstract

Kondisi yang cukup memprihatinkan yang menimpa para remaja sekarang ini adalah mereka abai terhadap etika komunikasi. Banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran kesopanan dalam berkomunikasi baik secara langsung atau melalui media sosial, sehingga terjadi konflik dengan sesama remaja ataupun dengan orangtua, guru, dan lain-lain. Pemahaman etika komunikasi memberikan landasan moral dalam membangun tata susila terhadap semua sikap dan perilaku sesorang dalam berkomunikasi. Untuk itu kegiatan pelatihan etika komunikasi sangat urgent diberikan kepada para remaja di RPTRA Malinjo Jakarta Selatan. Metode yang dilakukan dengan metode seminar daring dan metode inquiry. Pelatihan ini bertujuan agar para remaja di RPTRA Malinjo ini memiliki bekal tentang etika komunikasi yang baik dan juga memiliki ketrampilan berbahasa yang santun yang berguna bagi kehidupannya kelak dan menjadi pribadi yang bertanggungjawab. Karena dengan memahami etika komunikasi dan kesantunan dalam berbahasa maka akan memperoleh manfaatnya. Manfaat tersebut adalah melancarkan komunikasi dengan orang lain, sehingga hubungan yang yang terjalin semakin erat. memahami apa yang dikomunikasikan dengan penuh kesantunan oleh orang lain, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI EFEKTIF GURU DENGAN SISWA DALAM MENCEGAH DAMPAK BURUK GAME ONLINE Dwi Kartikawati
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5850

Abstract

Game online telah menjadi fenomena yang populer di kalangan anak-anak dan dan remaja di era digital. Namun, bermain game online secara berlebihan dan tak terkendali dapat membahayakan kesehatan mental, fisik, dan akademis siswa. Untuk itu sangat diperlukan upaya pencegahan dampak buruk game online tersebut dengan cara berkomunikasi efektif baik dilakukan dengan verbal atau non verbal. Karena dengan komunikasi efektif tersebut dapat menyosialisasikan berbagai hal terutama berkaitan dengan game online beserta dampaknya. Maka penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana implementasi prinsip komunikasi efektif dalam interaksi antara guru dan murid dapat membantu mencegah dampak negatif dari game online. Teori yang digunakan adalah prinsip teoritis REACH, dan teori rhetorical sensitivity. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi komunikasi efektif yang dilakukan menggunakan 5 prinsip yaitu Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble, dengan dilandasi faktor utama yang dilakukan komunikator dari pihak wali kelas 5 SD 09 Jakarta yaitu guru harus bisa mendengarkan, berdialog dan juga melatih kesadaran emosional siswa dengan selalu membangun keterbukaan komunikasi terjalin dengan baik. Para guru/ walikelas memiliki kepekaan retoris dalam menhadapi siswa dan peran guru/walikelas adalah sebagai penyampai informasi, fasilitator interaksi sosial, membangun keterbukaan dan berperan membangun komitmen dan integritas dalam upaya menjalin komunikasi efektif agar dapat mencegah dampak buruk game online.
CULTURAL VALUES REPRESENTED IN THE METATAH (TOOTH FILING) RITUAL: AN ETHNOPHOTOGRAPHIC PERSPECTIVE Raden Daniel Wisnu Wardana; Dwi Kartikawati; Yuri Alfrin Aladdin
Journal of Social Political Sciences Vol 6 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/jsps.v6i4.333

Abstract

The Metatah ceremony, also known as tooth cutting, is a significant event in Balinese society, imbued with intellectual and spiritual significance. This study seeks to elucidate the portrayal of cultural values in the Metatah ceremonial utilizing an ethnophotographic methodology. This study use qualitative methodologies and visual ethnographic analysis to examine the manifestation of cultural meanings within the visual components of the Metatah ceremonial. This study demonstrates that ethnophotography effectively depicts the sacred and transformational aspects of the Metatah ceremony, while also functioning as a viable medium for cultural preservation. This collection of images of the traditional ceremonial illustrates several narratives within Balinese culture, characterized by simplicity yet rich in both explicit and implicit connotations. These discoveries significantly enhance the field of visual anthropology, particularly in relation to coming-of-age rites in Bali
PENGUATAN LITERASI DAN KESEHATAN DIGITAL ANAK MELALUI PROGRAM EDUKASI “SEHAT DI RUANG DIGITAL” BERBASIS DARING Dwi Kartikawati; Nurhasanah; Abdul Wahid Mumtazan
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.2328

Abstract

Penggunaan gadget dan media sosial pada anak meningkat pesat, namun belum diikuti dengan kemampuan literasi dan kesehatan digital yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko seperti paparan konten tidak layak, interaksi dengan orang asing di internet, serta penggunaan screen time berlebihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai sehat di ruang digital dengan memberikan literasi digital, keamanan digital, dan penggunaan gadget sehat. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan melibatkan 20 anak RPTRA Malinjo Jakarta Selatan sebagai peserta utama, dua dosen Unas sebagai fasilitator, dan satu mahasiswa sebagai pendamping teknis. Metode yang digunakan adalah edukatif interaktif melalui penyampaian materi visual, video edukatif, diskusi partisipatif, simulasi kasus sederhana (learning by doing). Evaluasi dilakukan dengan melalui observasi partisipasi peserta, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai batasan screen time sehat, etika berinternet, dan cara menjaga keamanan digital, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta keaktifan peserta selama kegiatan. Selain itu, pengelola RPTRA memperoleh modul literasi digital sebagai panduan implementasi lanjutan. Program ini juga menghasilkan komitmen awal peserta untuk menerapkan perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif sebagai upaya edukasi preventif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi dan kesehatan digital anak. Program berpotensi direplikasi pada komunitas serupa dengan pendekatan partisipatif dan media pembelajaran interaktif.