Dilingkungan sekolah, masih banyak ditemukan pelanggaran terhadap peraturan yang berupa tata tertib sekolah Seperti halnya yang terjadi di SMP Swasta Fanayama, dimana melalui pengamatan penulis selama berada dilingkungan sekolah tersebut bahwa seperti rok terlalu ketat dan terlalu pendek bagi wanita, memakai celana dibawah pinggang bagi laki-laki, tidak mengerjakan tugas, tidak berpakaian seragam, tidak masuk sekolah tanpa izin, membolos pada saat jam belajar, menentang guru, ribut dalam kelas, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Apakah ada Pengaruh Bimbingan Konseling terhadap Disiplin diri Siswa?”. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner atau angket tentang “disiplin tingkah laku” yang memiliki 4 alternatif jawaban dengan skor yang berbeda-beda yaitu “Sangat sering” skor = 4, “sering” skor = 3, “kadang-kadang” skor = 2, dan “tidak pernah” skor = 1 yang kemudian hasil data dari angket yang diperlukan untuk mengungkapkan masalah dalam bentuk skor angka data kuantitatif tersebut yang selanjutnya diolah dan dianalisis dengan teknik analisis statistika. Berdasarkan analisa data dan pembahasan hasil penelitian diketahui bahwa ketika konseling Individual ditreatmentkan maka hasilnya menunjukkan siswa sadar dan berkomitmen untuk mengubah tingkah lakunya. Dari hasil temuan tersebut maka disimpulkan bahwa thitung =8,440 dan ttabel =1,753 artinya bahwa t(hitung)> ttabel. Berdasarkan kriteria Uji t adalah Ha diterima jika t(hitung)> ttabel (terlampir). Artinya Ha diterima dan hipotesis Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan Konseling Individual dengan disiplin diri Siswa SMP Swasta Fanayama Tahun Pelajaran 2023/2024.
Copyrights © 2024