Abstrak: Kondisi pesantren menjadi faktor keberhasilan belajar santri. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kurangnya metode, strategi, dan pendekatan yang digunakan dan selalu menggunakan metode ceramah sehingga kurangnya minat belajar santri khususnya belajar IPA ditambah lagi alat lab yang tidak memadai, solusi pembelajaran yang selalu dilakukan guru adalah dengan belajar diluar kelas sehingga dibutuhkan metode/strategi/pendekatan yang dapat mengubah pembelajaran menjadi seru dengan memanfaatkan lingkungan sekitar salah satunya adalah Pembelajaran Berbasis STSE, pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang menggabungkan antara sains, lingkungan, teknologi, masyarakat. Dengan adanya pendekatan ini santri dapat menikmati proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis and Mctaggart. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MTS PP Nurul Haq Benteng Lewo yang berjumlah 36 orang. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata minat belajar IPA dilihat dari tes dan karya yang dibuatnya. pada pra tindakan sebesar 44,44 % (kategori cukup), pada Siklus I sebesar 52,77 % (kategori baik), dan pada Siklus II sebesar 94,44% (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis SETS dapat meningkatkan Minat Belajar IPA Di Mts Pondok Pesantren Nurul Haq Benteng Lewo.
Copyrights © 2023