Penelitian ini mengkaji perdebatan filosofis antara realisme dan antirealisme dalam konteks sains, dengan fokus pada pemahaman tentang realitas dan ilusi. Realisme dalam filsafat sains berpendapat bahwa teori-teori ilmiah memberikan deskripsi yang benar tentang dunia nyata, termasuk entitas yang tidak dapat diamati. Sebaliknya, antirealisme menolak klaim tersebut, menekankan bahwa teori-teori ilmiah hanyalah alat untuk mengorganisir pengalaman manusia tanpa harus mengacu pada keberadaan entitas yang tidak teramati. Melalui analisis literatur dan studi kasus dalam sejarah sains, artikel ini mengeksplorasi argumen utama kedua posisi tersebut dan dampaknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Ditemukan bahwa baik realisme maupun antirealisme memiliki implikasi signifikan dalam metode ilmiah, penafsiran data, dan kepercayaan terhadap hasil ilmiah. Penelitian ini juga membahas kemungkinan pendekatan hibrida yang dapat mengakomodasi elemen-elemen dari kedua posisi tersebut untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif tentang sifat realitas ilmiah.
Copyrights © 2024