Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi adaptasi interaksi pengajar dalam program pembelajaran graphic design dan multimedia untuk anak-anak autisme di LSBA, khususnya dalam materi video editing yang dianggap sulit karena membutuhkan peningkatan indra sensorik dan motorik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara dan observasi partisipatif sebagai sumber data primer, serta studi literatur untuk data sekunder. Analisis dilakukan berdasarkan lima konsep dasar teori adaptasi interaksi: faktor persyaratan, faktor harapan, faktor keinginan, posisi interaksi, dan perilaku aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar menyesuaikan perilaku mereka untuk mencapai tujuan bersama dengan siswa, mengatasi keterbatasan pola interaksi dalam proses pembelajaran, serta memahami dan menanggapi kebutuhan siswa autistik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi verbal dan nonverbal yang digunakan oleh pengajar sangat penting dalam membantu siswa-siswi autistik untuk mengikuti instruksi pembelajaran, dengan penekanan pada pemahaman kebutuhan dibandingkan dengan harapan atau keinginan dalam interaksi pembelajaran.
Copyrights © 2024