AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengulas kembali atau memberikan paham dan penafsiran baru untuk beberapa dasar teks Perjanjian Baru yang menjadi dasar doktrinal Eternal Subordination of The Son (ESS), bahkan memberikan teks pengkritik yang mampu membendung bahkan meranjaukan paham ini serta memberikan paham pegangan doktrinal terhadap gereja. Metode yang gunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu metode atau pendekatan penelitian yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang objek penelitian, serta menjelaskan atau mendeskripsikan masalah atau keadaan dengan baik dengan angka maupun kata-kata. Penelitian ini juga berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan fakta yang ditemukan atau apa adanya. Setelah penelitian ini, ditemukan bahwa Yesus, Sang Anak ‘duduk di sebelah kanan Allah’ yakni Pribadi Putra dalam makna teologis bermakna mengalami peninggian dan kemulian serta kehormatan dengan sehakekat dengan atribut yang dimiliki Bapa. Penekanan makna ini bukan tentang subordinasi terhadap Putra melainkan bukti keesaan itu sendiri. Dasar Alkitabiah yang digunakan penganut paham ESS, bahkan memberikan bukti kesetaraan dan keesaan yaitu dari kekekalan antara Sang Bapa dan Sang Anak, dalam lingkup pra-Kenosis yang terjadi.Kata kunci : Kekekalan, Kesetaraan, Putra, Bapa, ESS
Copyrights © 2024