Abstract: This study aims to explain how the government can affirm the uniqueness of the Baduy Dalam community, where when the community demands internet access but the Baduy community is the opposite, then in this study it also explains how the government can overcome the differences that exist in the community, besides that it also explains how the Baduy Dalam community in the era of modernization is very rapidly developing, but the Baduy Dalam community is still obedient to customs and its culture or pikukuh . This study also explains about the Inner Baduy Community which is closed to outsiders and how the Inner Baduy community can still preserve its culture. This research also explains the reasons why the Baduy Dalam community asked the government to eliminate internet access in the customary land area and how internet access can be said to be a public service.Keyword: Baduy Dalam, Internet access, Government Abstrak: Dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemerintah dapat mengafirmasi keunikan masyarakat Baduy Dalam, dimana ketika masyarakat menuntut adanya akses internet tetapi masyarakat Baduy malah sebaliknya lalu dalam penelitian ini juga menjelaskan bagaimana pemerintah dapat mengatasi perbedaan yang ada dimasyarakat, selain itu juga menjelaskan bagaimana masyarakat Baduy Dalam di era modernisasi yang sangat berkembang pesat, tetapi masyarakat Baduy Dalam masih patuh terhadap adat dan budayanya atau pikukuh. Pada penelitian ini juga menjelaskan mengenai Masyarakat Baduy Dalam yang tertutup bagi orang luar dan bagaimana masyarakat Baduy Dalam masih dapat melestarikan budayanya. Penelitian ini juga menjelaskan alasan masyarakat Baduy Dalam meminta kepada pemerintah untuk menghilangkan akses internet dikawasan tanah ulayat tersebut dan bagaimana akses internet bisa dikatakan sebagai pelayanan publik.Kata Kunci: Baduy Dalam, Akses Internet, Pemerintah
Copyrights © 2024