ABSTRAK Permasalahan yang sering dihadapi di sekolah adalah masih ada remaja yang merokok baik di lingkungan sekolah ataupun di luar Sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi Kesehatan pencegahan merokok. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode Pendidikan Kesehatan kepada siswa di salah satu SMP di Jatinangor. Kegiatan Pendidikan Kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan memberikan simulasi bahaya merokok menggunakan botol bekas, dan kapas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang sudah dimodifikasi dari penelitian (Rosali et al., 2013), dengan nilai validitas dan reabilitas sebesar alpha croanbach 0,83. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada hari Juma’at di Aula SMP dimulai pukul 07.30 – 11.30 WIB selama 1 hari. Kegiatan dihadiri oleh 39 siswa perwakilan kelas VII dan VIII. Analisis data menggunakan uji paired samples T test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan pada pre test dan post test remaja yang mengikuti promosi Kesehatan pencegahah perilaku merokok. Promosi Kesehatan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap perilaku merokok, bahaya merokok dan dampak jangka Panjang yang ditimbulkan dari merokok. Kegiatan pengabdian ini disarankan bahwa sangat dibutuhkan peran serta aktif pengawasan dari sekolah dan partisipasi dari orang tua untuk menambah pemahaman siswa dalam rangka mencegah perilaku merokok. Kata Kunci: Merokok, Remaja, Promosi Kesehatan ABSTRACT The problem that is often faced in schools is that there are still teenagers who smoke both in the school environment and outside the school. This community service aims to determine the difference in knowledge before and after being given smoking prevention health promotion. Community Service (PKM) is carried out by promoting health using the Health Education method for students at one of the junior high schools in Jatinangor, Sumedang Regency. Health education activities are carried out using lecture methods, discussions and providing simulations of the dangers of smoking using used bottles and cotton wool. The implementation of community service was carried out in the junior high school hall. The target of this activity is students in grades VII and VIII. The activity was attended by 39 students representing classes VII and VIII. Data analysis using paired samples T test to determine differences in knowledge before and after being given health promotion. The results of the activity showed that there were differences in knowledge in the pre-test and post-test of teenagers who took part in health promotion to prevent smoking behavior. Health promotion with a health education approach can increase students' understanding of smoking behavior, the dangers of smoking and the long-term impacts of smoking. This service activity suggests that there is a need for increased supervision from schools and active participation from parents to increase students' understanding in order to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking, Adolescent, Health Promotion
Copyrights © 2024