Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara persepsi karakteristik konselor sekolah dan efektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa SMA. Subjek penelitian berjumlah 55 orang siswa SMA Negeri 2 Kuala Pembuang pada tahun ajaran 2011–2012. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga skala, yaitu skala persepsi karakteristik konselor sekolah, skala efektivitas layanan konseling individual, dan skala minat berkonsultasi pada siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. ektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa (FFisher;15.782 p<0,01). Hasil korelasi lugas menunjukkan: (a) ada korelasi positif yang signifikan antara persepsi tentang karakteristik konselor sekolah terhadap minat berkonsultasi pada siswa (r= 0,185; p<0,01), dan (b) ada korelasi positif yang sangat antara efektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa (r= 0,547; p>0,01).Berdasarkan perhitungan analisis regresi menunjukkan sumbangan efektif variabel persepsi tentang karakteristik konselor sekolah terhadap minat berkonsultasi pada siswa sebesar sebesar 34.55%, dan sumbangan efektif variabel efektivitas layanan koseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa sebesar 41.82%. Secara bersama-sama variabel persepsi tentang karakteristik konselor sekolah dan efektivitas layanan konseling individual memberikan sumbangan efektif sebesar 76.37% terhadap minat berkonsultasi pada siswa. Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minat berkonsultasi yang tinggi pada siswa berkaitan dengan persepsinya tentang karakteristik konselor sekolah dan efektivitasnya layanan konseling individual.
Copyrights © 2014