Di temukannya balita yang mengalami gizi buruk dan gizi kurang sebanyak 6 balita atau 2,1 % menjadi perhatian khusus, salah satu penyebabnya adalah kader yang masih mengalami kendala dalam melakukan pemantauan status gizi seperti kurangnya kemampuan dalam memberikan pendampingan gizi, kurangnya pengetahuan tentang asupan dan pemberian makanan tambahan (PMT) sehingga perlu diberikannya Intervensi pemberdayaan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader di Posyandu. Kegiatan pemberdayaan berupa penyuluhan dan pelatihan menunjukkan hasil bahwa pengetahuan dan keterampilan kader meningkat, kader lebih memahami peran pentingnya dalam kegiatan posyandu. Pemahaman dan kemampuan kader tentang penyediaan makanan bergizi, pemantauan status gizi diharapkan dapat lebih cepat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dan dapat mengubah perilaku menjadi keluarga sadar gizi (Kadarzi)
Copyrights © 2024