Jurnal ini membahas rekam jejak kontribusi dua tokoh sarjana Barat dalam pengembangan studi al-Qur’ān, yakni Andrew Rippin dan Angelika Neuwirth. Terlepas dari kemunculan sarjana Barat dalam Studi al Qur’an yang menimbulkan polemik-apologetis sebab latar belakang teologis, kajian al-Qur’ān oleh para sarjana Barat memberikan warna baru bagi para sarjana Muslim. Berbagai hasil kajian dan penafsiran sarjana Barat dalam Studi Al Qur’an dapat dijadikan bahan kemawasan diri, mengasah nalar kritis serta meningkatkan semangat dalam kajian al Qur’an. Berangkat dari analisis deskriptif-komparatif. Jurnal ini berupaya mengulas serta membandingkan secara singkat karya berikut metode kajian yang ditawarkan Andrew Rippin dan Angelika Neuwirth dalam studi al Qur’an. Andrew Rippin dan Angelika Neuwirth bertemu dalam pusara filologi dimana literatur keislaman klasik dan agama-agama Semitik yang berbicara tentang al-Qur’ān dijadikan sebagai sumber utama. Rippin berangkat dari kajian tafsir klasik dan asbāb an-nuzūl, sedang Neuwirth melalui Late Antiquity al-Qur’ān pra-kanonisasi. Kajian ini menawarkan paradigma baru bagi sarjana Muslim terhadap sarjana Barat dalam studi al-Qur’ān, tepatnya pemikiran Andrew Rippin dan Angelika Neuwirth. Kata Kunci: Kajian Barat, al-Qur’ān, Andrew Rippin, Angelika Neuwirth
Copyrights © 2024