Berdasarkan observasi yang dilakukan di sekolah dasar, proses pembelajaran belum sepenuhnya menggabungkan media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa dan menciptakan suasana kelas yang interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pemahaman siswa setelah memanfaatkan media Magic House dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan (RD), yaitu upaya untuk membuat atau memperbaiki produk agar dapat dipertanggungjawabkan. Model ADDIE dipilih untuk prosedur penelitian ini karena kesederhanaannya, alur kerjanya yang jelas, dan kesesuaiannya dengan karakteristik pembelajaran. Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation adalah lima langkah yang membentuk model ADDIE. Setelah implementasi dilakukan pada siswa, angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang kepraktisan Magic House. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang diujicobakan pada siswa mendapatkan persentase tertinggi sebesar 98% dan dianggap sangat praktis.
Copyrights © 2024