Kemajuan dalam Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) telah menimbulkan kekhawatiran etika yang signifikan, terutama dalam menyeimbangkan nilai-nilai utama seperti keadilan, transparansi, dan manfaat (utilitas). Semakin banyaknya implementasi sistem AI generatif dalam berbagai aplikasi, menjadi sangat penting untuk menangani dilema etika yang muncul dari trade-off yang inheren di antara prinsip-nilai tersebut. Sistem AI generatif sering kali menghadapi trade-off etika di mana kebutuhan peningkatan satu nilai, seperti keadilan, dapat menyebabkan kompromi pada nilai lain, seperti transparansi atau manfaat. Misalnya, usaha untuk membuat model AI lebih transparan dapat mengurangi efisiensi kinerjanya, sementara optimasi kemanfaatan menimbulkan masalah bias dan ketidakadilan. Trade-off ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga merupakan dilema etika mendasar yang mempengaruhi kepercayaan, akuntabilitas, dan penerimaan masyarakat terhadap sistem AI. Kurangnya pemahaman yang komprehensif tentang trade-off ini dan tidak adanya strategi praktis untuk mengelolanya menimbulkan risiko signifikan terhadap penerapan AI generatif yang etis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka kerja yang secara efektif menyeimbangkan trade-off etika dalam sistem AI generatif, dengan fokus khusus pada nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan multi-metode, yang menggabungkan analisis kritis dan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trade-off etika dalam AI generatif sangat bergantung pada konteks dan sangat bervariasi di berbagai aplikasi. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus, peningkatan transparansi dapat secara signifikan mengurangi kemanfaatan, sementara di kasus lain, upaya untuk memastikan keadilan dapat menyebabkan penurunan kinerja model. Hasil ini menekankan kebutuhan akan pendekatan yang fleksibel dan sensitif terhadap konteks dalam mengelola trade-off ini, daripada solusi satu ukuran untuk semua.
Copyrights © 2024