Desa Wonokerso memiliki potensi besar dalam pengembangan pupuk organik karena memiliki populasi ternak yang besar. Namun masyarakat masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan teknologi dalam mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Tim Abdimas Universitas Negeri Malang memberikan sebuah alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan penerapan mesin penghancur kotoran hewan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi Desa Wonokerso dalam pemanfaatan atau pengolahan limbah peternakan menjadi sebuah produk yang lebih bernilai dan bermanfaat yakni pupuk organik. Dimana kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik dengan menggunakan mesin penghancur kotoran hewan elektrik sebagai alat utama. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini meliputi 1) tahap persiapan, 2) pelaksanaan, dan 3) tindak lanjut. Tahap persiapan meliputi koordinasi, penyusunan rencana kegiatan, penjadwalan, serta penentuan lokasi dan alat yang dibutuhkan. Tahap pelaksanaan selanjutnya meliputi identifikasi potensi kotoran ternak, penyuluhan pembuatan pupuk organik, focus group discussion (FGD) penerapan mesin penghancur, dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Tahapan tindak lanjut meliputi evaluasi, penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian, strategi pemasaran, dan pengembangan produk unggulan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari penyampaian materi, pelatihan dan praktik pembuatan pupuk organik. Hasil yang dicapai yaitu para peserta pengabdian mampu menghasilkan pupuk organik secara mandiri dengan mengolah limbah peternakan, yaitu kotoran hewan. Harapannya, pupuk organik yang sudah bisa diolah sendiri dapat terus diaplikasikan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian Desa Wonokerso.
Copyrights © 2024